FILSAFAT KOSONG

Sinkritisme

Sinkritisme adalah pembauran berbagai keyakinan atau kepercayaan pada Allah dan illah. Sinkritisme ini sudah dipraktikkan dari sejak dahulu kala sebagaimana yang dilakukan oleh suku Dan (Hakim 18:19-20) oleh Manasye (2 Raja 21:3-7). Pada masa sekarang ini sinkritisme bisa dilihat pada aliran Subud, Syeh Baba, dan berbagai bentuk acara ritual keagamaan dari secara kehamilan sampai dengan kematian. Pada setiap penganut sinkritisme haruslah mawas diri terhadap peringatan   Allah berikut ini:

“Aku akan menyapu bersih segala-galanya dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN. Aku akan menyapu manusia dan hewan; Aku akan menyapu burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut. Aku akan merebahkan orang-orang fasik dan akan melenyapkan manusia dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN. Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala,  juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom, (Zefanya 1:2, 5).

Hukuman TUHAN untuk orang yang melakukan sinkritisme dengan cara menyembah dan bersumpah setia kepada TUHAN namun juga bersumpah setia kepada Dewa Milkom adalah hebat sekali hal itu diungkapkan dalam ayat 2 dan 3 dan dirinci dalam ayat berikut ini:

Maka harta kekayaan akan dirampas dan rumah-rumahnya akan menjadi sunyi sepi. Apabila mereka mendirikan rumah, mereka tidak akan mendiaminya; apabila mereka membuat anggur, mereka tidak akan minum anggurnya. Sudah dekat hari TUHAN yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Dengar, hari TUHAN pahit, pahlawanpun akan menangis. Hari kegemasan hari itu, hari kesusahan dan kesulitan, hari kemusnahan dan pemusnahan, hari kegelapan dan kesuraman, hari berawan dan kelam, hari peniupan sangkakala dan pekik tempur terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara penjuru yang tinggi. Aku akan menyusahkan manusia, sehinga mereka berjalan seperti orang buta sebab mereka telah berdosa kepada TUHAN. Darah mereka akan tercurah seperti debu dan usus mereka seperti tahi. Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHA, dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya; sebab kebinasaan, malah kebinasaan dahsyat diadakan-Nya terhadap segenap penduduk bumi. (Zefanya 1:13-18).

Berkaitan dengan acara-acara sinkritis dari kehamilan sampai kematian akan diurai dalam buku kedua yang akan menyoroti secara khusus acara-acara ritual.

  Tahayul dan Dongeng

Kitab suci bebas dari takhayul dan dongeng bahkan tidak ada kompromi dengan perkara tersebut walaupun cerita-cerita atau kisah-kisah yang termuat di dalamnya bisa menguntungkan kitab suci. Contoh: ada kisah-kisah perbuatan ajaib Yesus termuad di dalam kitab suci Al’Quran tidak dicantumkan dalam Injil, antara lain kisah Yesus ketika masih dibuaian menurut surat Maryam ayat 29 dan 30:

(29) maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: ”bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”

(30) Berkatalah Isa: ”Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberikan Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.

Cerita ini tak terdapat dalma Injil walaupun akan menguntungkan sekali bilamana ini termaktuf dalam Injil. Sebaliknya Injil mengungkapkan bahwa Yesus membuat mukjizat untuk pertama kalinya saat perjamuan kawin di Kana ketika Ia berada di bumi berumur  + 30 tahun.

Dalam kaitan takhayul dan dongeng ini Alkitab menyatakan berikut ini:

1)   Timotius 4:7: ”Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

2) Kolose 2:8: ” 2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

Dalam kehidupan orang Kristen saat ini masih banyak yang terbelenggu dengan aneka ragam  takhayul dan dongen, yaitu:

E.2.1. Takhayul bersumber pada binatang

  •  ï      Kupu masuk rumah dikatakan ada tamu,
  • ï      burung malam berbunyi dikatakan ada bencana,
  • ï      burung gagak hinggap ada kematian,
  • ï      cicak jatuh ada kematian

Takhayul bersumber pada hari dan angka

ï      Hari Sabtu: banyak orang Kristen tidak berani menguburkan orang mati pada hari Sabtu karena takut musibah atau bencana.

ï      Angaka 13 adalah angka bencana

Takhayul bentuk tanah atau bangunan

ï      Tanah yang menyempit di belakang akan membuat miskin. Sedang membesar  dibelakang akan banyak rejeki

ï      Rumah tusuk sate akan banyak musibah, penyakit

ï      Ada hotel milik orang Kristen di dua kota yang pernah saya inapi tak berani memberi angka 13 pada nomor kamarnya.

E.2.4.          Berbagai kemalangan akan menimpa pada orang yang disebut berikut ini (dalam budaya Jawa)

1)     anak ontang-anting = laki-laki tunggal

2)     anak unting-unting = perempuan tunggal

3)     anak luminting = lahir tanpa ari-ari

4)     anak serimpi = 4 anak perempuan semua

5)     anak seramba = 4 anak laki-laki semua

6)     anak pendawa = 5 anak laki-laki semua

7)     anak pertiwi = 5 anak perempuan semua

8)     anak pendawa madhangake = 4 anak laki-laki dan perempuan

9)     anak pendawa ipil-ipil = 4 anak perempuan satu laki-laki

10)            anak uger – uger lawang = dua bersaudara laki-laki

11)            anak kembang sepasang = dua bersaudara perempuan

12)            anak kedana – kedini= anak laki-laki dan perempuan

Menurut Kepercayaan orang Jawa, bagi mereka ini harus diadakan ruwatan atau pentahiran.

 Dongeng atau Mitos

Orang Kristen bukan saja dianjurkan untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang berbau takhayul namun juga menjauhkan diri dari dongeng-dongeng atau mitos yang dapat mempengaruhi pertumbuhan iman orang Kristen. Kata dongeng yang dalam kata Yunani adalah mithos , pada kitab Perjanjian Baru diketemukan sebanyak lima kali yaitu: 1 Timotius 1:4; 4:7; 2 Timotius 4:4; Titus 1:14; 2 Petrus 1:16.

Contoh Mitos dalam Perjanjian Baru adalah:

1)        Kornelius menganggap Petrus sebagai Tuhan sehingga menyembah pada kakinya (Kisah Rasul 10:25)

2)        Rakyat mengkultuskan raja Herodes dengan mengatakan bahwa dia adalah ’allah’ sehingga raja itu ditampar malaikat Tuhan dan mati dimakan cacing

3)        Rasul Paulus dan Barnabas dikultuskan di Listra sebagaimana tertulis dalam Kisah Rasul 14:11-13:

Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: “Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia.” Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara. Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.

Kecenderungan untuk mengkultuskan orang terdapat di segala bangsa sebagai contoh:

1)        di Tiongkok raja Cina disebut putera langit, bintang film Mandariin Bruce Lee dinantikan untuk hidup kembali, Kwan Kong disembah sebagai dewa.

2)        di Jepang raja disebut sebagai keturunan dewa

karena itu kisah Yesus pada waktu kecil sudah berbicara dibuaian dan masa remaja membuat burung-burungan dan mengehembusnya  untuk menjadi hidup tidak tersurat dalam Firman Allah karena itu hanyalah dongeng dan cerita-cerita yang penuh takhayul belaka.

Banyak orang pergi ke kuburan untuk memohon rejeki dan kesejahteraan hidup kepada orang yang telah mati karena dianggap memiliki tuah (kekuatan supranatural).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: